E-GOVERNMENT DAN KORUPSI: STUDI DI PEMERINTAH DAERAH, INDONESIA DARI PERSPEKTIF TEORI KEAGENAN

Penulis

  • Evi Maria Universitas Kristen Satya Wacana
  • Abdul Halim Universitas Gadjah Mada

Kata Kunci:

e-Government, corruption, local governments, agency theory

Abstrak

Tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan e-Government terhadap probabilitas terjadinya korupsi di pemerintah daerah, Indonesia. Studi ini menggunakan indeks pemeringkatan e-Government pemerintah daerah provinsi di Indonesia yang dikeluarkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indoneisa sebagai proksi variabel e-Government. Sedangkan, korupsi diukur berdasakan kasus korupsi yang terjadi pada pemerintah daerah provinsi tahun anggaran 20110-2015, yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht) dari Mahkamah Agung. Dengan menggunakan 112 sampel, studi ini menemukan bahwa penerapan e-Government berpengaruh negatif terhadap probabilitas terjadinya praktik korupsi di pemerintah daerah, Indonesia. Ini artinya, semakin baik penerapan e-Government, maka semakin kecil kemungkinan pemerintah daerah untuk terlibat dalam korupsi. Hasil konsisten juga ditemukan ketika memasukan wilayah sebagai variabel kontrol. Studi ini menunjukkan bahwa penerapan e-Government dapat mengurangi kesempatan pemerintah daerah untuk melakukan korupsi. Informasi layanan publik yang terbuka dan jujur, mudah didapat ketika pemerintah daerah menggunakan e-Government, sehingga asimetri informasi antara agen dan prinsipal dapat dikurangi. Oleh sebab itu, untuk meminimalkan probabilitas terjadinya korupsi diperlukan penerapan e-Government secara optimal dan sikap profesionalisme dari pejabat publik dalam menjalankan tugas dan wewenangnya. Studi ini memberikan kontribusi literatur dengan menghadirkan bukti empiris penerapan e-Government dan korupsi, karena riset sebelumnya tentang e-Government dan korupsi di pemerintah daerah, Indonesia sebagai besar dilakukan menggunakan pendekatan hukum.

Referensi

Abdullah, S. 2012. Perilaku Oportunistik Legislatif dan Faktor-Faktor yang mempengaruhinya: Bukti Empiris dari Penganggaran Pemerintah Daerah di Indonesia. Karya Ilmiah Hasil Penelitian. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Adam, M. A. dan E. Maria. 2020. Membangun Kenormalan Baru Desa dan Desa Tertinggal di Maluku Utara. In E. Maria, M. A. Adam, dan A. Halim (Eds.), Ekonomi Keuangan dan Kemandirian Desa di Tengah Pandemi (169–177). UPP STIM YKPN. Yogyakarta.

Andersen, T. B. 2009. E-Government as an Anti-Corruption Strategy. Information Economics and Policy 21(3): 201–210.

Aprianty, D. R. 2016. Penerapan Kebijakan E-Government dalam Peningkatan Mutu Pelayanan Publik di Kantor Kecamatan Sambutan Kota Samarinda. EJournal Ilmu Pemerintahan 4(4): 1589–1602.

Asorwoe, E. 2014. Can E-Government Mitigate Administrative Corruption ? An Empirical study into the Potential Role of E-Government in Eradicating Administrative Corruption in Sub-Saharan Africa What is Corruption? Global Journal of Interdisciplinary Social Sciences 3(4): 41–47.

Baiman, S. 1990. Agency Research in Managerial Accounting: a Second Look Accounting. Organizations and Society 15(4): 341–371.

Bakre, O. M. 2008. Looting by the Ruling Elites, Multinational Corporations and the Accountants : The Genesis of Indebtedness, Poverty and Under development of Nigeria. University of Essex Tax Workshop. Essex Business School, University of Essex. United Kingdom.

Bertot, J. C., P. T. Jaeger, dan J. M. Grimes. 2010. Using ICTs to Create a Culture of Transparency: e-Government and Social Media as Openness and Anti-Corrup- tion Tools for Societies. Government Information Quarterly 27(3): 264–271.

Choi, J. W. 2014. E-Government and Corruption: A Cross-Country Survey. World Political Science Review 10(2): 217–236.

Eisenhardt, K. M. 1989. Agency Theory: an Assesment and Review. The Academy of Management Review 14(1): 57–74.

Elbahnasawy, N. G. 2014. E-Government, Internet Adoption, and Corruption: An Empirical Investigation. World Development 57: 114–126.

Emirullah, C. 2014. Korelasi E-Government dan Korupsi di Asia: Hasil Regresi Data Panel dengan E-Views 3.1. Prosiding Seminar Ilmiah Nasional Komputer dan Sistem Intelijen (KOMMIT 2014) 8(Oktober 2014): 133–138.

Grönlund, Å. dan A. M. Flygare. 2011. The Effect of e-Government on Corruption: Measuring Robustness of Indexes. International Conference on Electronic Government and the Information Systems Perspective 2011, 6866 LNCS: 235–248.

Gudono. 2012. Analisis Data Multivariat. Edisi Kedua. BPFE. Yogyakarta

Gupta, K. P., S. Singh, dan P. Bhaskar. 2016. Citizen Adoption of E-Government: a Literature Review and Conceptual Framework. Electronic Government, an International Journal 12(2): 160–185.

Hartana, M. 2015. Efektivitas Penerapan E-Government dalam Pencegahan Tindak Pidana Korupsi di Lingkungan Pemerintahan Daerah. Jurnal Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia, 1(2): 60–87.

Heeks, R. 1998. Information Technology and Public Sector Corruption. Information Systems for Public Sector Management Working Paper No. 4.

Holman, D. 2014. E-Government and Corruption: Evidence from India. https://globalanticorruptionblog.com/2014/08/11/e-government-and-corruption-evidence-from-india/

Hopkin, J. 1997. Political Parties, Political Corruption, and the Economic Theory of Democracy. Crime, Law and Social Change 27(3–4): 255–274.

Indonesia Corruption Watch. 2015. Kasus Fraud di Pemerintah Daerah Indonesia tahun anggaran 2014 dan 2015. Laporan Tidak Dipublikasikan

Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2003 Tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government.

Ionescu, L. 2013. The Impact that E-Government Can Have on Reducing Corruption on Reducing Corruption and Enhancing Transparency. Economics, Management, and Financial Markets 8(2): 210–215.

Jensen, M. C. dan W. H. Meckling. 1976. Theory of the Firm: Managerial Behavior, Agency Costs and Ownership Structure. Journal of Financial Economics 3(4): 305–360.

Kementerian Komunikasi dan Informatika. 2016. Laporan Tahunan 2015.

Kim, S., H. J. Kim, dan H. Lee. 2009. An Institutional Analysis of an e-Govern- ment System for Anti-Corruption: the Case of OPEN. Government Information Quarterly 26(1): 42–50.

Klitgaard, R. 1988. Controlling Corruption. University of California Press. Berkeley.

Kolstad, I. dan A. Wiig. 2009. Is Trans- parency the Key to Reducing Corruption in Resource-Rich Countries? World Development 37(3): 521–532.

Krishnan, S., T. S. Teo, dan V. K. Lim. 2013. Examining the Relationships among E-Government Maturity, Corruption, Economic Prosperity and Environmental Degradation: A Cross-Country Analysis. Information & Management 50(8): 638–649.

Kurnia, T. S., U. Rauta, dan A. Siswanto. 2017. E-Government Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Di Indonesia. Masalah-Masalah Hukum 46(2): 170–181.

Lio, M. C., M. C. Liu, dan Y. P. Ou. 2011. Can the Internet Reduce Corruption? A Cross-Country Study Based on Dynamic Panel Data Models. Government Infor- mation Quarterly 28(1): 47–53.

Liu, J. dan B. Lin. 2012. Government Auditing and Corruption Control: Evidence from China’s Provincial Panel Data. China Journal of Accounting Research 5(2): 163–186.

Mahkamah Agung. 2020. Direktori Putusan Mahkamah Agung. Putasan Pidana Korupsi Mahkamah Agung Republik Indonesia. https://putusan3.mahkamahagung.go.id/search.html. Diakses tanggal 15 Maret 2020.

Mahmood, R. 2004. Can Information and Communication Technology Help Reduce Corruption? How so and Why not: Two Case Studies from South Asia. Perspectives on Global Development and Technology 3(3): 347–373.

Manurung, E. D., S. N. R. Sembiring, dan W. Sulistyani. 2019. Pelayanan Publik Berbasis Elektronik dan Perilaku Anti Korupsi. Veritas et Justitia 5(2): 399–420.

Maria, E. dan A. Halim. 2020. Implementasi Kebijakan Desentralisasi dan Korupsi Kepala Daerah di Indonesia. In Harnovinsah, A. Sopanah, dan R. P. Sari (Eds.), Bunga Rampai Akuntansi Publik: Isu Kontemporer Akuntansi Publik (1st ed., pp. 21–37). Unitomo Press.

Maria, E., A. Halim, E. Suwardi, dan S. Miharjo. 2019a. Desentralisasi Fiskal dan Probabilitas Terjadinya Korupsi: Sebuah Bukti Empiris dari Indonesia. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis 22(1): 1–22.

Maria, E., A. Halim, E. Suwardi, dan S. Miharjo. 2019b. Eksplorasi Kesempatan Untuk Melakukan Fraud di Pemerintah Daerah, Indonesia (Exploration Opportunities To Commit Fraud in Local Governments, Indonesia). Jurnal Akun- tansi Dan Keuangan Indonesia 16(1): 216–232.

McIntyre, M. L. dan S. A. Murphy. 2012. The Role of Information and Communi- cation Technologies on Moral Agents and Governance in Society. Corporate Governance 12(5): 616–628.

Melitski, J. dan D. Calista. 2016. E-Government and E-Governance Best Practices in Cities and Countries Compared Between 2003 and 2012: Fad or Diffused Innovation. Public Adminis- tration Quarterly 40(4): 913–948.

Muhtar, Sutaryo, dan Sriyanto. 2018. Corruption in Indonesia Local Govern- ment: Study on Triangle Fraud Theory. International Journal of Business and Society 19(2): 536–552.

Novita, D. 2014. Faktor-Faktor Penghambat Pengembangan E-Government. Eksplora Informatika 4(1): 43–52.

Nugroho, E. 2014. Pemanfaatan Teknologi Informasi Dalam Rangka Memberantas Tindak Pidana Korupsi Secara Elektronik. Jurnal Dinamika Hukum 14(3): 539–546.

Piatkowski, M. 2006. Can Information and Communication Technologies Make a Difference in the Development of Transition Economies? Information Technologies and International Development 3(1): 39–53.

Rose-Ackerman, S. 1999. Political Corruption and Democratic. Connecticut, Journal Of International Law 14(2): 363–378.

Setyobudi, C. R. dan D. Setyaningrum. 2019. E-Government and Corruption Perception Index: a Cross-Country Study. Jurnal Akuntansi & Auditing Indonesia 23(1): 11–20.

Sikka, P. 2008. Enterprise Culture and Accountancy Firms: New Masters of the Universe. Accounting, Auditing and Accountability Journal 21(2): 268–295.

Simarmata, M. H. 2017. Peranan e-Government dan Media Sosial untuk Mewujudkan Budaya Transparansi dan Pemberantasan Korupsi. Jurnal KPK: INTEGRITAS 3(2): 203–229.

Tanzi, V. 1998. Corruption Around the World. Imf Staff Papers 45(4): 559–594.

Ullah, A., C. Pinglu, S. Ullah, H. S. M. Abbas, dan S. Khan. 2021. The Role of E-Governance in Combating COVID-19 and Promoting Sustainable Development: a Comparative Study of China and Pakistan. Chinese Political Science Review 6: 86–118.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Indonesia.

United Nations. 2020. E-Government Survey 2020 Digital Government in the Decade of Action for Sustainable Development. https://publicadministration.un.org/egovkb/en-us/Reports/UN-E-Government-Survey-2020.

United Nations Development Program (UNDP). 2006. Fighting Corruption with E-Government Applications. APDIP e-note 8.

Yunita, N. P. dan R. D. Aprianto. 2018. Kondisi Terkini Perkembangan Pelaksanaan E-Government di Indonesia: Analisis Website. Seminar Nasional Teknologi Informasi Dan Komunikasi 2018 (SENTIKA 2018): 329–336.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2021-05-28

Terbitan

Bagian

Artikel