Mengapa UKM Garmen Di Kabupaten Klaten Mampu Bertahan Di Tengah Persaingan Pasar Bebas?

Tulus Haryono, Siti Khoiriyah, Rum Handayani, Rara Sugiarti

Sari

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi penentu kebertahanan hidup UKM industri garmen di Kabupaten Klaten di era pasar bebas ini. Dengan menggunakan metoda purposive sampling, 100 UKM garmen dilibatkan dalam penelitian ini sebagai responden penelitian. Hasil analisis deskriptive menunjukkan bahwasanya strategi 7P’s menjadi penentu atau faktor pendukung mengapa UKM industri garmen di Klaten mampu bertahan di tengah persaingan pasar bebas ini. Strategi 7P’s yang dimaksud meliputi product, price, place, promotion, people, philosophy, dan process. Lebih lanjut indikator7P’s tersebut adalah Kemudahan mendapatkan bahan baku dan menjangkau pasar, penentuan harga yang setara dengan pesaing, adanya efisiensi biaya karena tidak diperlukannya pabrik atau tempat khusus usaha, biaya makan dan lembur yang ditanggung UKM, serta hubungan yang baik antara pekerja dan pengusaha menjadi ikatan emosi tersendiri. Adanya filosofi membantu sesama, misi sosial, tidak berorientasi profit menjadi faktor keunikan UKM garmen di Klaten. Putting out system yang mengedepankan fleksibilitas waktu juga secara empiris terbukti menjadi faktor pendukung utama. Peran UKM sebagai pendukung akselerasi pembangunan ekonomi daerah juga didiskusikan dalam artikel ini.

Kata Kunci

product, price, place, promotion, people, philosophy, process, policy, partner

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Aria, Citra Mandiri, 2015, Apa itu garment? ariacitramandiri.co.id/2015/07/apa-itu-garment.html

Assael, Henry (1998), Consumer Behavior and Marketing Action, International Thompson Publishing

BAPPEDA Kabupaten Klaten, 2014, Kabupaten Klaten Dalam Angka Tahun 2013, Klaten: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.

Departemen Perdagangan RI, 2008, Rencana Pengembangan ekonomi kreatif Indonesia Tahun 2009-2015, Jakarta: Departemen Perdagangan RI.

Departemen Perdagangan RI, 2008, Industri kreatif di Indonesia, Sumber: http://ventammo.blogspot.com/2008/06/definisi-kelompok-industri-kreatif.htmlDharmmestha Swastha, Basu, 2003, Menejemen Pemasaran Modern, Yogyakarta: Liberty.

Dessler, Gary, 2002, Human Resource Management.

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Kota Surakarta, 2013, Kajian UMKM di Kota

Erdil, T. Sabri dan Osman Özdemir (2016) The Determinants of Relationship Between Marketing Mix Strategy and Drivers of Export Performance in Foreign Markes: An Application on Turkish Clothing Industry, 12th International Strategic Management Conference, ISMC 2016, 28-30 October 2016, Antalya, Turkey, Procedia - Social and Behavioral Sciences 235 ( 2016 ) 546 – 556

Ekawardhana, Anthony Wibowo & Maria Praptiningsih, 2013, Pengelolaan dan pengembangan bisnis garment pada Indo garment Surabaya, Jurnal Agora, Vol. 1, No. 1.

Handoko, Hani, 2010, Manajemen, Yogyakarta: BPFE UGM.

Haryono, T, Handayani, R dan khoiriyah, S (2015), Akselerasi Bisnis Konveksi Batik Melalui Pengembangan Manajemen Industri Kreatif Untuk Mendukung Percepatan Pembanguna, laporan Penelitian Prioritas Nasional Masterplan Percepatan Dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011 – 2025 (Penprinas MP3EI 2011-2025), Universitas Sebelas Maret, Tidak Dipublikasikan

ILO (International Labor Organization), 2015, Pertumbuhan ekspor dan lapangan kerja yang kuat di sektor garmen dan alas kaki di Asia, Bangkok: Catatan Penelitian Sektor Garmen Edisi I, Oktober 2015.

Irawan, Weny Dwi, 2014, Manfaat hasil belajar analisis pemotongan dan pemanfaatan bahan sebagai kesiapan menjadi quality control cutting di garmen, Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Kotler, Philip & Kevin Lane Keller, 2000, Marketing Management, USA: Pearson Education International.

Kotler, Philip (2000), Marketing Management, NY: McGraw Hill

Nawangpalupi, Chatarina, 2012, Identifikasi dan segmentasi kesadaran lingkungan industri kecil di bidang garmen dan kaos kaki, Bandung: Universitas Katolik Parahyangan (Laporan Penelitian).

Sediyono, Eko, Mahatma, Tundjung dan Hunga, Arianti Ina Restiani (2016), Strengthening Batik Home-workers through ICT based Fair Trade, Internetworking Indonesia Journal Vol.8/No.2 (2016)

Sondoh, SL Jr, Omar, MW, Wahid, NA, Ismail, I dan Harun A (2007) The Effect Of Brand Image On Overall Satisfaction And Loyalty Intention In The Context Of Color Cosmetic, Asian Academy of Management Journal, Vol. 12, No. 1, P 83–107

Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2015.

Yuliasih, Ni Kadek, 2014, Analisis pengendalian kualitas produk pada perusahaan garmen Warna Sari Tahun 2013, Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha.

Zeithaml, A. Valarie. (1988), ” Consumer Perceptions of Price, Quality, and Value: A Means-End Model and Synthesis of Evidence”, Journal of Retailing, Vol. 52 pp. 2 – 22.

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.