Pengaruh Tata Kelola dan E-Government terhadap Korupsi

Dwi Prihatni Amrih Rahayuningtyas, Dyah Setyaningrum

Sari

Penelitian ini mengevaluasi secara empiris pengaruh karakteristik tata kelola pemerintahan dan e-government terhadap korupsi di Indonesia dengan menggunakan sampel 172 pemerintah daerah pada tahun 2011 hingga 2013. Karakteristik tata kelola pemerintahan dalam penelitian ini diukur melalui akuntabilitas, fairness, desentralisasi, transparansi, profesionalisme dan responsiveness. Variabel e-government diukur dengan Peringkat e-Government Indonesia. Metode penelitian menggunakan model logistik dengan program Stata12. Hasil penelitian menunjukkan penerapan akuntabilitas, profesionalisme dan e-government berpengaruh negatif menurunkan probabilitas korupsi, sedangkan desentralisasi justru meningkatkan probabilitas terjadinya korupsi. Sehingga rekomendasi bagi pemerintah guna penurunan korupsi adalah meningkatkan pengawasan atas tindak lanjut rekomendasi, profesionalisme aparat dan penerapan e-government.

Kata Kunci

tata kelola pemerintahan, e-government, pemerintah daerah

Teks Lengkap:

PDF

Referensi

Bappenas. (2007). Penerapan Tata Kepemerintahan yang Baik. Jakarta: Sekretariat Tim Pengembangan Bappenas.

Bappenas. (2014). Buku Pegangan Perencanaan Pembangunan Daerah: Memantapkan Perekonomian Nasional Bagi Peningkatan Kesejahteraan Rakyat yang Berkeadilan. Jakarta: Tim Penyusun Bappenas.

Bertot, J. C., Jaeger, P. T., & Grimes, J. M. (2010). Using ICT to Create a Culture of Transparency E-Government and Social Media as Openness and Anti-Corruption Tools for Societis. Government Information Quaterly, 264-271.

Bin, D., & Torgler, B. (2012). Causes Corruption: Evidance fro China. China Economic Review.

Bologna, J. (1993). Handbook of Corporate Fraud. Boston: Butterworth Heinemann.

Brouk, B. (2006). Toward Good Governance In Russia Optimizing Government Functions. UMI. UMI.

CNN Indonesia. (2015, September 9). www.cnnindonesia.com. Retrieved September 9, 2015, from CNN Indonesia: http://www.cnnindonesia.com/nasional

Direktorat E-Government Indonesia. (2015, Desember 31). Kominfo. Retrieved Maret 16, 2016, from kominfo.co.id: http://pegi.layanan.go.id

Djasuli, M., Putri, G. A., & Harwida, A. G. (2013). Pengaruh Tata Kelola Perusahaan yang Baik.

Doig, A., & Riley, S. (1998). Corruption and Anti-Corruption Strategies Issues and Case Studies from Developing Countries. Integrity Improvement Initiatives in Developing Countries, 45-62.

Ekasani, P. W. (2016). Pengaruh Desentralisasi Fiskal dan Akuntabilitas Laporan Keuangan terhadap Tingkat Korupsi pada Pemerintah Daerah di Indonesia. Tesis Universitas Indonesia.

Elbahsanawy, N. G. (2014). . E-Government, Internet Adoption and Corruption An Empirical Investigation. World Development, 114-126.

Goel, R. K., & Nelson, M. A. (2011). Government Fragmentation versus Fiscal Decentralization and Corruption. Public Choice, 471-490.

Hofheimer, K. L. (2006). The Good Governance Agenda of International Development Institutions. Disertasi UMI Microform.

Hopkin, J. (1997). Political Parties, Political Corruption, and the Economic Theory of Democracy. Kluwer Academic Publisher.

Klitgaard, R. (1998). Controlling Corruption. California: University of California.

Klitgaard, R., McLean, R., & Parris, L. H. (2000). Penuntun Pemberantasan Korupsi dalam Pemerintahan. Indonesia: Obor Indonesia.

Kolstad, I., & Arne, W. (2009). Is Transparency the Key to Reducing Corruption in Resources-Rich Countries? World Development, 521-532.

Komite Nasional Kebijakan Governance. (2006). Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia. Jakarta: KNKG.

Komite Nasional Kebijakan Governance. (2010). Pedoman Umum Good Public Governance Indonesia. Jakarta: KNKG.

Kristiansen, S., Dwiyanto, A., Pramusinto, A., & Putranto, E. A. (2009). Public Sector Reforms and Financial Transparency: Experiencies from Indonesian Districs. Contemporary Southeast Asia - ISEAS, 64-87.

Lindstedt, C., & Naurin, D. (2005). Transparency and Corruption: The Conditional Significance of a Free Pers. QOG Working Paper Series.

Lio, M.-C., Liu, M.-C., & Ou, Y.-P. (2010). Can the Internet Reduce Corruption? A Cross-Country Based On Dynamic Panel Data Models. Government Information Quaterly, 47-53.

Liu, J., & Lin, B. (2012). Government Auditing and Corruption Control: Evidence from China’s Provincial Panel Data. China Journal of Accounting Research 5.

Maravic, P. V. (2007). Public Management Reform and Corruption - Conceptualizing the Unintended Consequences. Administratie Si Management Public 8, 126-143.

Masyitoh, R. D. (2014). Pengaruh Opini, Temuan Audit, dan Tindak Lanjut Audit Terhadap Persepsi Korupsi pada Pemerintah Daerah Tingkat II di Indonesia. Tesis Universitas Indonesia.

Nurhasanah. (2016). Efektifitas Pengendalian Internal, Audit Internal, Karakteristik Instansi dan Kasus Korupsi. Jurnal Tata Kelola dan Akuntabilitas Keuangan Negara, 27-48.

PP No 81. (2010). Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025. Peraturan Presiden Republik Indonesia No 81 Tahun 2010. Indonesia.

PP No. 101. (2010). Tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. Tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. Indonesia.

Pramitasari, A. (2015). Pengaruh Temuan, Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan dan Kualitas SDM terhadap Opini Melalui Tingkat Pengungkapan Laporan Keuangan K/L. Tesis Universitas Indonesia.

Prud'homme, Rémy. (1995). The Dangers of Decentralization. The World Bank Research Observer, Vol. 10, No. 2, pp. 201-220. Published by: Oxford University Press.

Rahmawati, A. (2015). Effect on Performance Audit Implementation of Good Corporate Governance in Kab. Luwu. Journal of Economics and Behavioral Studies Vol. 7 No. 1 pp. 13-19.

Rasul, S. (2009). Penerapan Good Governance di Indonesia dalam Upaya Pencegahan Tindak Pidana Korupsi. Jurnal Mimbar Hukum.

Sangita, S. (2002). Administrative Reforms for Good Governance. Indian Political Science Association, 325-350.

Setyaningrum, D., Gani, L., Martani, D., & Kuntadi, C. (2013). The Effect of Auditor Quality on The Follow-Up of Audit Recommendation. International Research Journal of Business Studies Vol. 6 No. 2.

Setyobudi, C. R. (2016). Analisis Pengaruh Penerapan E-Government terhadap Indeks Persepsi Korupsi: Studi Lintas Negara. Skripsi Universitas Indonesia.

Sharma, C., & Mitra, A. (2015). Corruption, Governance and Firm Performance: Evidence from Indian Enterprises. Journal of Policy Modelling, 835-851.

Summers, G. F. (2003). Public Sector Accounting Disclosure Quality and Municipal Bond Interest Costs: The Case of School District Bonds. Disertasi.

Treisman, D. (1999). Political Decentralization and Economic Reform: A Game – Theoretic Analysis. American Journal of Political Science Vo. 43 No. 2.

Treisman, D. (2000). The Causes of Corruption: A Cross – National Study. Journal of Public Economics, 399-457.

United Nations Development Program. (2006) Fighting corruption with E-government applications. APDIP e-note 8

UN. (2014). E-Government Survey 2014. New York: Economic Social Fairs.

Undang-Undang No. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara.

Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Whitton, H. (2007). Developing the “Ethical Competence” of Public Officials – a Capacity-Building Approach. Viesoji Politica Ir Administrativimas.

Widjajabrata, S., & Zacchea, N. M. (2004). The Republic of Indonesia is Strengthening. The Journal of Government Financial Management, 34-53.

Wu, X. (2005). Corporate Governance and Corruption Governance. International Journal of Policy, 151-170.

Zimmerman, J. L. (1977). The Municipal Accounting Maze: An Analysis of Political Incentives. Journal of Accounting Research Vol. 15, 107-144.

Zou, H., Hastie, T., & Tibshirani, R. (2006). Sparse Principal Component Analysis. Journal of Computational and Graphical Statistics. Vol. 15 No.2.

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.